Berita
UKSW–PUSAT STUDI KEPOLISIAN: MEMAHAMI KEKERASAN, MERAWAT KEBHINEKAAN

SALATIGA — Memahami kekerasan tidak cukup hanya dengan melihat peristiwa ketika kekerasan terjadi. Di baliknya terdapat proses, lingkungan, cara pandang, serta berbagai faktor sosial yang perlu dipahami secara lebih mendalam.
Semangat tersebut menjadi bagian dari peran Pusat Studi Kepolisian yang terus membuka ruang perjumpaan antara ilmu kepolisian, pengalaman praktis, dan berbagai disiplin ilmu di perguruan tinggi. Pusat studi tidak hanya menjadi tempat membicarakan persoalan kepolisian, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman lapangan dengan perspektif akademik, sehingga berbagai persoalan masyarakat dapat dikaji secara lebih utuh.
Kolaborasi dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menjadi salah satu bentuk bagaimana pengalaman dan pengetahuan tersebut dibawa ke lingkungan akademik untuk didiskusikan secara terbuka. Melalui ruang seperti ini, mahasiswa dan sivitas akademika memperoleh kesempatan untuk berdialog langsung dengan para ahli, sementara pengalaman kepolisian dapat diperkaya melalui perspektif ilmu pengetahuan.
Salah satu pertemuan tersebut berlangsung dalam Kuliah Umum bertema “Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan” di Balairung UKSW, Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026).
Kuliah umum menghadirkan Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., Kasatgas Pusat Studi Terorisme, sebagai narasumber. Dengan pengalaman panjang dalam bidang kepolisian dan penanggulangan terorisme, Rycko membawa perspektif praktis ke ruang akademik untuk dibahas bersama mahasiswa dan sivitas akademika UKSW.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi UKSW, Dr. Ir. Sri Suwartiningsih, M.Si., menekankan pentingnya menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran yang aktif, terbuka, dan menyenangkan.
> **“Mahasiswa jangan hanya menjadi pendengar. Mereka perlu menjadi bagian aktif dalam proses pembelajaran, berani bertanya, berpikir kritis, terbuka terhadap perbedaan, dan mampu membangun dialog,”** ujar Sri Suwartiningsih.
Menurutnya, proses pembelajaran perlu dibangun melalui joyful learning, sehingga mahasiswa dapat membahas persoalan kebangsaan yang kompleks dengan suasana terbuka dan konstruktif.
Memahami kekerasan dari prosesnya
Dalam paparannya, Rycko menjelaskan bahwa kekerasan ekstrem tidak muncul begitu saja.
Intoleransi, kebencian, marginalisasi, diskriminasi, pengalaman ketidakadilan, konflik, lingkungan sosial, hingga proses pencarian identitas dapat menjadi bagian dari kondisi yang perlu dipahami dalam proses radikalisasi.
Karena itu, perhatian tidak cukup diarahkan pada tindakan kekerasan yang sudah terjadi.
> **“Yang perlu dipahami bukan hanya tindakan akhirnya, tetapi proses yang terjadi sebelumnya—bagaimana kebencian terbentuk, bagaimana intoleransi berkembang, dan bagaimana sebuah gagasan dapat berubah menjadi pembenaran terhadap kekerasan,”** jelas Rycko.
Pemahaman tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat gagasan dapat menyebar dengan cepat.
Video pendek, meme, musik, animasi, media sosial, komunitas daring hingga interaksi melalui permainan digital dapat menjadi bagian dari lingkungan tempat gagasan berkembang.
Karena itu, generasi muda membutuhkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital.
> **“Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menyaring, dan menguji informasi yang mereka terima. Jangan sampai ruang digital justru menjadi ruang yang membentuk kebencian dan kekerasan,”** kata Rycko.
Memahami ekstremisme tanpa memberi stigma
Dalam kuliah tersebut, peserta juga diperkenalkan pada berbagai bentuk ekstremisme, antara lain Religiously Motivated Violent Extremism (RMVE), Ideologically Motivated Violent Extremism (IMVE), dan Nihilistic Violent Extremism (NVE).
Pembahasan ini menunjukkan bahwa ekstremisme memiliki latar belakang dan karakter yang beragam.
Karena itu, fenomena tersebut perlu dikaji secara hati-hati dan berbasis pengetahuan. Pendekatan akademik membantu mahasiswa membedakan antara perbedaan pendapat, sikap kritis, radikalisme, ekstremisme, dan tindakan kekerasan.
Mahasiswa berdialog langsung dengan ahli
Kuliah umum tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa UKSW aktif mengajukan pertanyaan mengenai demokrasi, kebebasan berekspresi, kesetaraan, kepastian hukum, asas legalitas, penegakan hukum, hingga keadilan.
Salah satu pembahasan menyentuh bagaimana kebebasan dapat berjalan bersama tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Rycko menjelaskan bahwa kebebasan berekspresi merupakan bagian penting dari demokrasi, namun tetap perlu dijalankan dalam koridor hukum dan tidak diarahkan untuk membangun kebencian atau merugikan pihak lain.
Pembahasan lain menyentuh penegakan hukum. Menurut Rycko, tindakan kepolisian harus berpedoman pada hukum dan dilaksanakan secara profesional, proporsional, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Dialog tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan ekstremisme tidak berdiri sendiri. Ia bersinggungan dengan hukum, demokrasi, kebebasan, keadilan, pendidikan, dan kehidupan sosial.
UKSW sebagai ruang kebhinekaan
Tema “Merawat Kebhinekaan dan Menjaga Persatuan” menemukan konteksnya di lingkungan UKSW.
Dalam forum tersebut, UKSW mendapat apresiasi sebagai “kampus miniatur Indonesia” karena keberagaman sivitas akademikanya.
Sri Suwartiningsih menilai keberagaman tersebut merupakan bagian dari kekuatan proses pendidikan.
> **“Kebersamaan, kolaborasi, kepedulian, dan saling mendukung menjadi penting agar perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan dalam kehidupan bersama,”** ujarnya.
Menurutnya, kampus perlu menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa untuk bertanya, berdialog, dan belajar memahami perspektif yang berbeda.
Dengan demikian, toleransi tidak berhenti sebagai teori. Mahasiswa mengalaminya dalam keseharian ketika belajar bersama, berdiskusi, bekerja dalam kelompok, dan membangun hubungan sosial dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.
Kolaborasi kampus dan pengembangan ilmu kepolisian
Kegiatan di UKSW mencerminkan pentingnya mempertemukan perguruan tinggi dengan institusi yang memiliki pengalaman langsung dalam menangani berbagai persoalan masyarakat.
Pusat Studi Kepolisian terus membuka jejaring dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari pengembangan ilmu kepolisian. Kolaborasi dapat berkembang melalui kuliah umum, penelitian, diskusi ilmiah, publikasi, pengembangan kajian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Dengan jejaring yang semakin luas, ilmu kepolisian dapat terus berinteraksi dengan ilmu hukum, sosial, psikologi, komunikasi, teknologi, pendidikan, dan bidang ilmu lainnya.
Bagi mahasiswa, perjumpaan tersebut memberikan kesempatan untuk belajar bukan hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman para ahli dan praktisi.
Memahami untuk mencegah
Pada akhirnya, pembahasan mengenai radikalisme, ekstremisme, dan terorisme bukan untuk membangun ketakutan, melainkan memperluas pemahaman.
Pendidikan dan dialog dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang mampu mengenali persoalan, memahami perbedaan, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
Dari ruang akademik UKSW, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk bertanya dan menguji gagasan.
Dari Pusat Studi Kepolisian, pengalaman dan pengetahuan kepolisian dibawa ke ruang ilmu pengetahuan.
Keduanya bertemu dalam satu tujuan yang lebih luas: memahami masyarakat agar dapat bersama-sama menjaga kehidupan yang damai, toleran, dan tetap bersatu dalam kebhinekaan.
Berita
Pastikan Stok BBM Aman Akhir Pekan, Polsek Pohjentrek Gelar Patroli di SPBU 54.671.09
Polresta Pasuruan – Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama akhir pekan, Polsek Pohjentrek Polres Pasuruan Kota melaksanakan patroli di SPBU 54.671.09 Pohjentrek, Jalan Raya Kejayan, Desa Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (03/10/2026).
Patroli tersebut dilakukan untuk memantau aktivitas masyarakat dan kendaraan yang melakukan pengisian BBM serta memastikan kegiatan pelayanan di SPBU berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Personel juga berkoordinasi dengan petugas SPBU terkait situasi dan kondisi selama aktivitas pelayanan berlangsung.
Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Pohjentrek menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada petugas SPBU maupun masyarakat agar bersama-sama menjaga ketertiban dan meningkatkan kewaspadaan. Pemantauan juga dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi antrean maupun potensi gangguan keamanan selama meningkatnya aktivitas masyarakat di akhir pekan.
Kapolsek Pohjentrek AKP Sukrisno mengatakan bahwa patroli di SPBU merupakan bagian dari upaya Kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjaga kelancaran aktivitas pelayanan.
“Kami melakukan pemantauan secara langsung untuk memastikan situasi di SPBU tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama melakukan aktivitas pengisian BBM,” ujarnya.
Polsek Pohjentrek berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya pada akhir pekan. Masyarakat yang membutuhkan bantuan Kepolisian atau mengetahui adanya gangguan Kamtibmas dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas.
Berita
Akhir Pekan Aman Kondusif, Polsek Rejoso Intensifkan Patroli Dialogis Bersama Masyarakat.
Polresta Pasuruan – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada akhir pekan, Polsek Rejoso Polres Pasuruan Kota mengintensifkan patroli dialogis bersama masyarakat, Sabtu siang (03/10/2026), di Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyambangi warga dan berdialog secara langsung untuk menyerap informasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas. Kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat mempererat komunikasi serta membangun sinergitas dalam menjaga keamanan lingkungan.
Petugas mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan Kamtibmas serta segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian apabila menemukan adanya hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Kapolsek Rejoso AKP Bambang Pamungkas mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan langkah preventif yang terus dilakukan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya. Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.
Melalui patroli dialogis tersebut, Polsek Rejoso berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga situasi Kamtibmas tetap aman, nyaman, dan kondusif. Masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan atau menemukan adanya gangguan Kamtibmas, sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
Berita
Patroli SAE Dini Hari, Polres Pasuruan Kota Pastikan Wilayah Hukum Tetap Aman Dan Kondusif
Polresta Pasuruan – Menjaga keamanan bukan hanya tentang hadir ketika terjadi gangguan, tetapi juga tentang memastikan masyarakat dapat beristirahat dengan tenang tanpa rasa khawatir. Semangat tersebut diwujudkan Polres Pasuruan Kota melalui Patroli Sigap, Amanah, Empati (SAE) pada Sabtu dini hari sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
Sabtu dini hari, 03 Oktober 2026, Patroli SAE menyasar sejumlah ruas jalan dan kawasan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sekaligus memastikan kehadiran personel dapat dirasakan masyarakat.
Patroli dipimpin oleh Kasat Polair Polres Pasuruan Kota AKP Edi Suseno selaku Perwira Pengawas (Pawas) dan diikuti oleh seluruh personel Polri yang tergabung dalam Peleton Siaga Polres Pasuruan Kota. Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan wilayah, terutama pada waktu dini hari.
Dalam pelaksanaannya, personel melaksanakan patroli mobile dengan menyusuri Jalan Raya Panglima Sudirman, Jalan Raya Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Jalan Raya Ki Hajar Dewantara, dan Jalan Raya Ir. H. Juanda. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi lingkungan maupun aktivitas masyarakat guna memastikan situasi di sepanjang jalur tetap aman dan tertib.

Patroli kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di Pelabuhan Kota Pasuruan. Personel memastikan situasi di kawasan tersebut tetap kondusif sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi pada waktu dini hari.
Dalam setiap pelaksanaan tugas, personel mengedepankan nilai Sigap, Amanah, dan Empati. Sigap dalam merespons potensi gangguan kamtibmas, amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, serta empati dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat.
Selain melakukan pemantauan, personel juga memberikan imbauan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat yang masih beraktivitas. Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan kejadian atau aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Kabag Ops Polres Pasuruan Kota Kompol Miftaful M.B.K., S.H., M.H. menyampaikan bahwa Patroli SAE merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan personel sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada waktu dini hari.
“Kami memastikan personel tetap hadir dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Patroli SAE dilaksanakan secara humanis, terukur, dan responsif sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera menghubungi kepolisian apabila membutuhkan bantuan,” ujar Kompol Miftaful.
Polres Pasuruan Kota akan terus mengintensifkan Patroli SAE secara rutin dan terukur melalui Peleton Siaga. Dengan semangat Sigap, Amanah, dan Empati, Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan guna menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.
-
Berita2 hari agoTanamkan Disiplin Sejak Dini, Satlantas Hadir Beri Edukasi Lalu Lintas di TK Al Hidayah
-
Berita4 minggu agoHari Jadi ke-78 Polwan RI, Kapolda Jatim: Polwan Harus Profesional dan Beri Dampak Nyata bagi Masyarakat
-
Berita3 minggu agoSatlantas Pasuruan Kota Pasang Banner di Jalur Rawan Laka, Pengendara Diingatkan Utamakan Keselamatan
-
Berita3 minggu agoDitpolairud Polda Jatim Kerahkan 4 Kapal Sisir Perairan Sumenep dan Masalembu Cari Korban KM Virgo Transport 8
-
Berita3 minggu agoJaga Keselamatan Pelayaran, Satpolair Polres Pasuruan Kota Intensifkan Patroli Perairan Dan Edukasi Nelayan
-
Berita2 minggu agoPolice Go To School, Satlantas Polres Pasuruan Kota Edukasi Siswa SMKN 1 Pasuruan tentang Keselamatan Berkendara
-
Berita3 minggu agoGowes Bersama, Kapolres Pasuruan Kota Sambangi Polsek Gadingrejo dan Kraton
-
Berita3 minggu agoHUT Lantas ke-71, Satlantas Polres Pasuruan Kota Sambangi Purnawirawan IPTU Abadi
