Connect with us

Berita

Bereskan Konflik Lahan, Kepala BRAN Gagas Sistem ‘One Data Agraria’

Published

on

JAKARTA — Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) langsung bergerak cepat memperkuat fondasi kelembagaannya. Langkah besar ini diambil demi menjawab jeritan masyarakat yang mendambakan kepastian hukum, keadilan, dan kesejahteraan di atas tanah mereka sendiri.

Strategi ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Kewenangan antara BRAN dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Rapat krusial ini dihadiri langsung oleh Kepala BRAN, Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, bersama Direktur Jenderal Penataan Agraria ATR/BPN. Forum ini menjadi ajang penting untuk menyamakan frekuensi kerja agar tidak ada lagi ego sektoral dalam mengurus masalah tanah rakyat.

Dalam pertemuan tersebut, Jenderal Dedi Prasetyo blak-blakan membahas rentetan konflik agraria yang selama ini dihadapi ATR/BPN. Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa batas kewenangan antarlembaga harus klir sejak awal.

Ia menegaskan, BRAN lahir bukan untuk menjadi “saingan” atau mengambil alih tugas kementerian yang sudah ada.
Justru, BRAN hadir sebagai jembatan yang mengorkestrasi penyelesaian kasus-kasus tanah super kompleks yang melibatkan banyak instansi.

Di sisi lain, ATR/BPN akan tetap fokus penuh pada fungsi administrasi pertanahan.

“Masyarakat itu butuh kepastian, dan negara wajib hadir. Rakyat tidak perlu pusing memikirkan rumitnya birokrasi atau pembagian wewenang antarinstansi. Yang mereka mau, begitu ada masalah tanah, negara langsung kasih solusi,” tegas Jenderal Dedi.

Mantan Wakapolri ini juga mengingatkan bahwa keberhasilan Reforma Agraria tidak boleh cuma dihitung di atas kertas. Menurut Jenderal Dedi suksesnya program ini bukan sekadar pamer angka luas lahan atau banyaknya dokumen yang ditandatangani.

“Efeknya harus dirasakan langsung di dompet dan kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Melalui penataan aset, masyarakat memang mendapatkan kepastian hukum lewat sertifikat. Namun yang tidak kalah penting adalah penataan akses.

BRAN ingin memastikan tanah yang dimiliki rakyat bisa produktif. Caranya? Dengan menggandeng lintas sektor untuk memberikan modal usaha, teknologi, pendampingan, hingga akses ke pasar penampung hasil bumi.

Untuk memotong jalur birokrasi yang berbelit dan memberantas mafia tanah, BRAN bakal meluncurkan program One Data Agraria.
Sistem basis data tunggal yang terintegrasi ini akan memetakan status tanah secara transparan.

Dengan data yang akurat dan objektif, negara bisa mendeteksi akar konflik lebih cepat sekaligus mencegah munculnya sengketa baru di kemudian hari.

Sebagai gebrakan awal, BRAN saat ini sedang memprioritaskan finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) terkait Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), serta membentuk tim ad hoc untuk tancap gas di lapangan.

Pihak ATR/BPN pun menyambut baik kolaborasi ini. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap lembaga bisa bekerja lebih fokus dan saling menguatkan tanpa perlu berebut kewenangan.

“BRAN ini dibangun murni untuk kepentingan rakyat. Kita harus satu visi agar Reforma Agraria benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan yang nyata,” tutup Jenderal Dedi. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Cegah Kriminalitas 3C, Polsek Grati Gencarkan Patroli dan Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Published

on

Polresta Pasuruan – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jatim terus meningkatkan kegiatan patroli sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat guna mengantisipasi tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Grati menyambangi sejumlah titik aktivitas masyarakat dan melaksanakan dialog secara langsung dengan warga. Polsek Grati mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan lingkungan, serta lebih berhati-hati dalam menjaga kendaraan maupun barang berharga.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengaktifkan kembali kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas.

Kapolsek Grati AKP H. Prasetyo Budiarto, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa upaya pencegahan kriminalitas membutuhkan kehadiran aktif kepolisian serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Patroli dan imbauan kamtibmas terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi kriminalitas 3C. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lengah, saling peduli terhadap lingkungan sekitar, dan bersama-sama menjaga keamanan. Apabila menemukan hal yang mencurigakan, segera sampaikan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Kapolsek juga menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Melalui kegiatan patroli dan dialogis tersebut, Polsek Grati berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di wilayah hukum Polsek Grati.

Continue Reading

Berita

Cegah Kriminalitas 3C di Jalur Pantura, Polsek Rejoso Intensifkan Patroli dan Dialogis dengan Masyarakat

Published

on

Polresta Pasuruan – Tingkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Rejoso Polres Pasuruan Kota melaksanakan patroli rutin sekaligus patroli dialogis di wilayah hukum Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan patroli difokuskan pada jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo yang menjadi salah satu jalur dengan aktivitas lalu lintas masyarakat cukup tinggi. Patroli ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya.

Selain melakukan pemantauan di sepanjang jalur, personel Polsek Rejoso juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat dan pengguna jalan. Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga barang bawaan, memastikan kendaraan dalam keadaan aman, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kapolsek Rejoso AKP Bambang Pamungkas menyampaikan bahwa patroli rutin dan dialogis merupakan langkah preventif kepolisian untuk menekan peluang terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Patroli kami tingkatkan, khususnya di jalur Pantura dan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya tindak kriminalitas. Kami juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada, saling peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tidak segan menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan patroli dan dialogis tersebut, Polsek Rejoso berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna menciptakan situasi wilayah hukum yang aman, tertib, dan kondusif.

Continue Reading

Berita

Dekat dengan Petani, Bhabinkamtibmas Rebalas Perkuat Sinergi Dukung Ketahanan Pangan

Published

on

Polresta Pasuruan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jatim hadir langsung di tengah aktivitas para petani untuk menjalin komunikasi sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Selasa (3/11/2026).

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kegiatan masyarakat. Melalui sambang dan dialog secara langsung, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui kondisi serta berbagai kendala yang dihadapi petani dalam mengelola lahan pertanian.

Selain mempererat hubungan kemitraan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan.

Kapolsek Grati AKP H. Prasetyo Budiarto, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi warga.

“Melalui peran Bhabinkamtibmas, kami ingin terus menjalin kedekatan dengan masyarakat, termasuk para petani. Kami siap mendukung dan mendorong kegiatan pertanian melalui komunikasi serta pendampingan, sehingga terjalin sinergi yang baik dalam memperkuat ketahanan pangan. Kami berharap para petani tetap semangat dan terus mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya,” ungkapnya.

Dengan kehadiran Polri secara langsung di tengah para petani, diharapkan hubungan kemitraan semakin kuat dan kontribusi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional dapat terus meningkat.

#astacita
#polrespasuruankota
#birosdmpoldajatim
#ketahananpanganpoldajatim
#polribersamamasyarakat
#swasembadapangan
#swassembadajagung
#polisicintapetani
#astacitapresiden

Continue Reading

Trending