Connect with us

Berita

Kapolri: Pengabdian Polri Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Published

on

JOMBANG – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa keberadaan Polri harus senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat. Prinsip tersebut menjadi landasan bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas, termasuk memberikan pelayanan dan mengawal pemenuhan hak-hak pekerja.

“Polisi memang sejatinya harus bersama masyarakat. Karena polisi berasal dari masyarakat. Dan tentunya tugas kita hari ini harus berbakti untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kapolri dalam keterangannya di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Kapolri, pengabdian kepada masyarakat perlu diwujudkan melalui langkah konkret yang dapat dirasakan langsung manfaatnya. Salah satunya melalui kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri yang memberikan ruang bagi pekerja untuk menyampaikan pengaduan dan memperoleh fasilitasi dalam menghadapi persoalan ketenagakerjaan.

Peresmian Desk Ketenagakerjaan Polri tingkat Polres di Mapolres Jombang menjadi bagian dari perluasan akses pelayanan tersebut. Melalui layanan ini, pekerja diharapkan semakin mudah memperoleh informasi, menyampaikan permasalahan, serta mendapatkan fasilitasi dan koordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Manfaat layanan Desk Ketenagakerjaan juga terlihat dari penanganan persoalan pekerja di Jawa Timur. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Desk Ketenagakerjaan Polda Jawa Timur telah menerima 25 laporan dan membantu pemenuhan hak pekerja dengan nilai mencapai Rp8,20 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan proses pengaduan, tetapi juga menyangkut upaya membantu pekerja memperoleh haknya melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, Desk Ketenagakerjaan menjadi salah satu sarana untuk menjembatani komunikasi dan koordinasi antara pekerja, pemberi kerja, serta instansi terkait. Apabila ditemukan dugaan tindak pidana, penanganannya dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan Polri dan peraturan perundang-undangan.

Polri juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi pekerja atau buruh, serta pemangku kepentingan lainnya agar penyelesaian persoalan ketenagakerjaan dapat berjalan secara proporsional. Upaya ini diharapkan turut mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Perluasan Desk Ketenagakerjaan hingga tingkat Polres menjadi langkah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan akses yang semakin terbuka, pekerja diharapkan tidak ragu mencari informasi maupun menyampaikan pengaduan ketika menghadapi persoalan terkait hak-haknya.

Komitmen tersebut sejalan dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat. Dan tercapainya Pelayanan yang mudah dijangkau, respons terhadap kebutuhan publik, serta sinergi dengan berbagai pihak menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Polres Kediri Masuk Sekolah Bentengi Pelajar dari Bullying dan Bahaya Narkoba

Published

on

KEDIRI – Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. mengajak seluruh pelajar SMAN 1 Pare untuk membentengi diri dari kenakalan remaja, bahaya narkoba, serta tindakan perundungan (bullying).

Pesan penting tersebut disampaikan langsung oleh AKBP Latif saat bertindak sebagai pembina upacara bendera di halaman SMAN 1 Pare, Kabupaten Kediri, Senin (19/10/2026).

Di hadapan ratusan siswa dan guru, Kapolres Kediri menekankan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Oleh karena itu, ia meminta para siswa menghentikan segala bentuk bullying, baik kekerasan fisik, verbal, maupun perundungan di dunia maya (cyberbullying).

“Jangan sampai pergaulan yang salah membuat kalian menyakiti sesama atau mengambil keputusan keliru yang merusak masa depan. Hindari perkelahian antarpelajar, bentengi diri dari bahaya narkoba, dan fokuslah mengukir prestasi,” tegas AKBP Latif.

Selain persoalan narkoba dan bullying, Kapolres juga menyoroti etika digital. Ia mengingatkan para pelajar agar semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.

Menurut AKBP Latif, siswa harus mampu memilah informasi dengan baik agar tidak mudah terhasut oleh berita bohong (hoaks) maupun ujaran kebencian.

Dalam momen kunjungan tersebut, Kapolres Kediri juga memberikan penghargaan langsung kepada sejumlah siswa-siswi SMAN 1 Pare yang berprestasi.

Pemberian apresiasi ini menjadi bukti nyata dukungan kepolisian terhadap generasi muda yang konsisten menunjukkan pencapaian positif dalam dunia pendidikan.

Kepala SMAN 1 Pare, Sukamto, S.Pd., menyambut baik langkah edukatif dan preventif yang dilakukan oleh Polres Kediri. Ia menilai materi sosialisasi mengenai dampak buruk narkoba, pencegahan bullying, serta bijak bermedsos sangat krusial bagi pembentukan karakter anak didik di era sekarang.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian besar dari Polres Kediri. Edukasi langsung dari Kapolres ini sangat membantu pihak sekolah dalam mengingatkan siswa agar saling menghormati, menjauhi hal-hal negatif, dan lebih bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Sukamto.

Melalui program kepolisian masuk sekolah (Police Goes to School) ini, Polres Kediri jajaran Polda Jatim berharap para pelajar tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki akhlak yang baik, menjaga pergaulan sehat, serta siap menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban di lingkungan masyarakat. (*)

Continue Reading

Berita

Wakapolri Pimpin Upacara Purna Tugas FPU 7 Minusca, 140 Personel Terima Penghargaan

Published

on

Jakarta — Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat memimpin Upacara Purna Tugas Kontingen Garuda Bhayangkara Satgas Formed Police Unit (FPU) 7 Minusca sekaligus penganugerahan tanda kehormatan Satyalancana Bhakti Buana dan Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Upacara tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian 140 personel Polri yang telah menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama satu tahun di Bangui, Republik Afrika Tengah.

Wakapolri Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah menuntaskan misi dengan profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Pengabdian tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan tugas negara, tetapi juga membawa nama baik Polri dan Indonesia dalam misi perdamaian internasional.

“Polri bangga memiliki kalian, Indonesia bangga memiliki kalian. Terima kasih atas pengabdian dan dedikasi yang telah kalian persembahkan untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan,” Ujar Wakapolri.

Wakapolri menegaskan bahwa purna tugas bukanlah akhir dari pengabdian. Pengalaman selama menjalankan misi internasional diharapkan menjadi bekal bagi para personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, mengembangkan kemampuan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Keikutsertaan Polri dalam misi perdamaian PBB merupakan wujud komitmen Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Karo Misi Internasional (Misinter) Divhubinter Polri Brigjen Pol. Gregorius Tommy Wibisono menjelaskan, selama bertugas personel FPU 7 menghadapi berbagai tantangan keamanan dan dinamika politik di Republik Afrika Tengah, termasuk dalam rangkaian pelaksanaan pemilihan umum. Kontingen Indonesia turut dipercaya melaksanakan pengamanan terhadap Presiden dan Wakil Presiden serta para calon peserta pemilu, termasuk pengamanan rangkaian kegiatan dan pengawalan surat suara.

“Personel FPU 7 tidak hanya menjalankan mandat pengamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan. Ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung perdamaian sekaligus membangun hubungan baik dengan masyarakat di wilayah penugasan,” ujar Brigjen Pol. Gregorius Tommy Wibisono.

Sementara itu, Kasatgas FPU 7 Minusca Divhubinter Polri Kombes Pol. Norhayat mengatakan, salah satu mandat utama yang dijalankan personel adalah Protection of Civilians (PoC) atau perlindungan warga sipil melalui patroli di sejumlah wilayah tanggung jawab. Pelaksanaan tugas tersebut dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem, badai, serta dinamika sosial dan keamanan di wilayah konflik.

“Di tengah berbagai tantangan di daerah misi, personel tetap berupaya menjalankan mandat perlindungan warga sipil secara profesional. Kami juga melaksanakan kegiatan social outreach, antara lain mengunjungi gereja dan sekolah serta memberikan bantuan berupa tas dan alat tulis kepada anak-anak,” kata Kombes Pol. Norhayat.

Kegiatan kemanusiaan tersebut menjadi salah satu upaya kontingen untuk membangun kedekatan dengan masyarakat setempat. Melalui kegiatan itu, personel tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat selama misi berlangsung.

Polri terus berkoordinasi dengan PBB untuk menjajaki peluang penugasan pada misi perdamaian di wilayah lain. Keberlanjutan kontribusi tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung perdamaian dan keamanan dunia, sekaligus membawa semangat pengabdian Indonesia di tingkat internasional.

Continue Reading

Berita

Polisi Bersama Masyarakat: Kapolres Madiun Kota Ngopi Bareng Warga,Serap Aspirasi Perkuat Kamtibmas

Published

on

KOTA MADIUN – Sebagai wujud nyata implementasi program Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama W.P. bersama jajarannya menggelar kegiatan Ngopi Bareng dan Silaturahmi di Joglo Wibowo, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Minggu (18/10/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi ruang dialogis untuk memperkuat sinergi demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Acara yang berlangsung gayeng tersebut dihadiri sekitar 70 orang. Tampak hadir Wakapolres Madiun Kota Kompol Bambang Eko Sujarwo, Kapolsek Manguharjo AKBP Lilik Sulastri, unsur pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh pencak silat, anggota DPRD Kota Madiun Eko Wibowo, serta jajaran Ketua RT dan RW setempat.

Dalam sambutannya, AKBP Rizki Pratama menegaskan bahwa menjaga kamtibmas bukanlah tugas tunggal kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama.

Menurut Kapolres Madiun Kota slogan “Polisi Bersama Masyarakat” diwujudkan dengan membuka ruang komunikasi dua arah agar setiap keluhan warga bisa dicarikan solusi bersama secara cepat.

“Kami hadir di sini untuk mendengarkan langsung. Keamanan lingkungan akan terwujud secara maksimal jika ada kepedulian yang kuat dari warga dan tindakan cepat dari kami selaku pelindung masyarakat,” ujar AKBP Rizki Pratama.

Dalam sesi dialog, warga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan situasi di lingkungannya. Salah satunya mengenai aktivitas anak muda yang diduga mengonsumsi minuman keras di sekitar Lapangan Lo Duwur saat malam Minggu. Warga berharap Polisi mengintensifkan patroli di area tersebut untuk mencegah munculnya gangguan keamanan.

Merespons aduan warga, Kapolres Madiun Kota menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan intensitas patroli berkala di titik-titik rawan. Namun, ia juga menitipkan pesan agar benteng pertama pencegahan kenakalan remaja dimulai dari pengawasan di lingkungan keluarga masing-masing.

Selain masalah kepemudaan, dialog juga membahas koordinasi kegiatan padepokan pencak silat serta solusi bagi pelaku UMKM saat diberlakukan penyekatan jalan pada momen tertentu.

Pertemuan ini melahirkan kesepahaman bahwa ke depan, langkah pengamanan akan dikoordinasikan lebih matang dengan pemerintah kota agar tetap memperhatikan keberlangsungan roda ekonomi warga.

Apresiasi pun datang dari perwakilan masyarakat atas kerja keras Polres Madiun Kota Polda Jatim yang sukses menjaga kondusivitas wilayah, termasuk selama perayaan bulan Suro lalu.

Melalui komitmen Polisi Bersama Masyarakat yang dihangatkan dengan secangkir kopi ini, Polres Madiun Kota Polda Jatim mengajak seluruh elemen warga untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan daya tangkal kejahatan di tingkat lingkungan.

Guna memberikan pelayanan yang cepat dan responsif, Polres Madiun Kota Polda Jatim mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan kamtibmas atau keadaan darurat.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri di nomor 110 yang bebas pulsa dan aktif 24 jam. Selain itu, laporan maupun informasi penting juga bisa dikirimkan langsung secara digital melalui nomor WhatsApp Resmi Aduan Polres Madiun Kota di +62 881-0812-22006. (*)

Continue Reading

Trending