Temukan Berita Terbaik

Politik

Listrik di Mendahara Ilir Sering Padam, Bukti Managemen PLN buruk?

Oleh : Wandi

Belum selesai persolaan insfrastruktur terutama jalan di Mendahara Ilir yang beberapa tempo lalu penulis tulis di laman web ini muncul lagi persoalan baru yang ada di Mendahara Ilir, Apa itu? Jawabannya adalah listrik yang sering padam bahkan kalau padam lupa sadarkan diri.

Di laman grup Mendahara Ilir Community, sangat mudah misalnya kita temukan keluhan-keluhan warga tentang seringnya listrik padam di daerah ini. Tidak sedikit diantara mereka menggerutu dan kesal akibat listrik yang sering padam dan tidak tahu penyebabnya.

Gerutu dan rasa kesal warga sebenarnya bukan tanpa alasan. Listrik padam sebenarnya bisa saja mengakibatkan peralatan elektronik rusak bahkan tidak bisa dipakai lagi. Selain itu juga bisa mengakibatkan menurunnya pendapatan ekonomi pelaku usaha yang lebih banyak mengandalkan listrik sebagai modal usaha.

Penulis bisa katakan disini bahwa persoalan listrik adalah bukan persoalan baru, listrik padam bahkan lupa untuk sadarkan diri adalah persoalan klasik. Tak pernah ada solusi menyeluruh dari pemangku kebijakan yang berkepentingan didalamnya.

Statement yang sering muncul dari pemangku kebijakan adalah statement yang terkesan cuci tangan dan lempar tanggung jawab dengan alasan masyarakat diharapkan menghemat pemakaian listrik demi mengurangi beban daya yang ditanggung perusahaan listrik negara.

Perlu diketahui, di Indonesia sendiri pengadaan tenaga listrik dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bernama PLN atau Perusahaan Listrik Negara. PLN merupakan bagian dari Perusahaan Perseroan dibawah Kementrian BUMN.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidaang pembangkit dan pengembangan tenaga listrik, PLN memiki catatan sejarah yang sangat panjang. Berbanding lurus dengan buruknya management pengelola pembangkit listrik seperti yang ada di Mendahara Ilir.

 

Siapa yang Harus di Salahkan?

Banyaknya masyarakat Mendahara Ilir yang protes tentang seringnya PLN disana mati adalah persoalan serius dan nyata adanya. Seperti yang sudah penulis sebutkan diatas bahwa bentuk protes ini mudah sekali ditemukan di ungahan-ungahan beranda facebook mereka atau bahkan di grup-grup facebook.

Pertanyaannya. Siapakah yang paling bertanggung jawab atas masalah ini? khususnya listrik yang sering padam di Mendahara Ilir. PLN sebagai operator ataukah pemerintah sebagai regulator?

Efeknya dampak dari persoalan diatas. PLN sebagai perusahaan BUMN dan penyedia jasa ketenagalistrikan didalam negeri, menjadi institusi yang paling tertuduh dan harus bertanggung jawab terhadap buruknya perlayanan ketenagalistrikan yang ada di Mendahara Ilir.

Dalam analisis Salam Ahmad Pambagio di kutip dari detik.com tanggal 16 Agustus 2020. Ia mencoba memperlihatkan lebih jelas siapa yang sebenarnya bertanggung jawab dalam hal ini.

Pertama, dalam memproduksi listrik, PLN sangat terkait dengan tersedianya pembangkit, transmisi dan distribusi nya serta supply dan jenis energi yang digunakan. Semakin sedikit jumlah pembangkit dan semakin banyak penggunaan energi fosil yang tak terbarukan, seperti minyak bumi maka BPP akan semakin mahal.

Pertanyaannya, Apakah semua itu bisa ditanggulangi hanya oleh operator saja, seperti PLN atau BUMD atau pembangkit listrik swasta lainnya jika undang-undang ketenagalistrikan yang baru tidak berlaku?

Tentu saja tidak. Karena PLN hanya sebagai operator ketenagalistrikan seperti yang tercantum dalam undang-undang ketenagalistrikan. Kondisi PLN sebagai operator tidak akan berubah membaik meskipun Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar, digantikan oleh Jack Welch (Mantan CEO GE) atau Warren Buffet (pemilik lembaga keuangan Berkshire Hathaway) sekalipun.

Hal itu disebabkan karena kebijakan investasi serta perizinan untuk membangun pembangkit baru, menentukan harga jual (TDL) dan jenis energi yang digunakan, 100% menjadi tanggung jawab pemerintah sebagai regulator dengan pengawasan dari DPR RI.

Operator hanya mengusulkan. Keputusan ada ditangan pemerintah. Institusi pemerintah yang paling bertanggung jawab terhadap kebijakan di atas adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kementerian Keuangan, ditambah Kementerian BUMN sebagai wakil pemegang saham mayoritas.

Kementerian ESDM bertanggung jawab tentang kebijakan energi nasional yang sampai hari ini belum jelas. Kementerian keuangan bertanggung jawab terhadap alokasi dan besaran dana subsidi, besaran dividen serta pajak-pajak yang harus disetor.

Apakah PLN bisa seenaknya membeli gas alam atau batubara dengan harga lebih murah daripada harga dunia (ekspor) tanpa nantinya direksi harus berhadapan dengan BPK/ BPKP atau bahkan KPK dengan tuduhan merugikan negara dan masuk bui?

Tentu saja tidak bisa tanpa seizin pemerintah dan DPR-RI. Padahal dengan menggunakan bahan bakar gas atau batubara, BPP PLN bisa jauh lebih murah sehingga TDL tidak perlu terlalu sering naik.

Begitu pula PLN juga tidak boleh berinvestasi sembarangan, kalaupun mempunyai cukup dana, untuk membangun pembangkit serta transmisi harus seizin Kementerian ESDM ( memerlukan waktu sekitar 300 hari), Kementerian Keuangan, Komisi VII, Komisi XI, dan Panitia Anggaran di DPRI-RI.

Dalam hal ini, listrik sering mati, tegangan naik turun, harga tidak pernah turun tapi pelayanan makin buruk khususnya yang ada di mendahara Ilir adalah persoalan nyata. Penulis tidak ingin menuduh dan membela siapa-siapa dalam artian semua harus bertanggung jawab demi tercapainya pelayanan yang bagus.

Jika dihimpun dari berbagai sumber berikut adalah penyebab terjadinya listrik padam yang umum terjadi:

  1. Faktor Cuaca

Faktor cuaca merupakan salah satu penyebab mati listrik yang paling umum terjadi ketika berdasarkan data Edison Electric Institute, 70% pemadaman listrik di Amerika Serikat terjadi karena faktor cuaca.

  1. Hewan

Hewan seperti burung besar, tupai, atau ular juga bisa menyebabkan matinya listrik ketika mereka memanjat peralatan krusial, seperti transformator dan sekering, yang kemudian menyebabkan peralatan tersebut mati.

  1. Pohon Tumbang

Ketika ada angin kencang atau Ketika seseorang memangkas pohon dengan tidak hati-hati, cabangnya bisa bersentuhan dengan saluran listrik dan menyebabkan gangguan.

  1. Kendaraan

Kendaraan yang tiba-tiba menabrak tiang listrik juga merusak tiang dan menyebabkan kebal rusak yang kemudian berujung pada gangguan pada jaringan.

  1. Gempa

Gempa bumi dengan magnitudo berapapun bisa menyebabkan kerusakan fasilitas perlengkapan dan saluran listrik.

  1. Kelebihan Beban

Kelebihan beban listrik biasanya terjadi pada hari yang sangat panas dan trik, soalnya banyak orang menggunakan pendingin ruangan sehingga sistem dan peralatan yang ada menjadi lebih tertekan.

  1. Penggalian

Kadang penggalian atau pengeboran tidak sengaja merusak jaringan kabel listrik yang ada di bawah tanah. Jika jaringan ini terganggu, bisa menyebabkan listrik mati.

  1. Layang-layang

Menerbangkan layang-layang atau balon di dekat saluran listrik bisa menyebabkan mati listrik dan membuat orang yang menerbangkan layang-layang tersebut tersengat listrik. Jika ada layang-layang atau balon yang tersangkut di jaringan listrik, listrik harus dipadamkan terlebih dahulu untuk bisa memindahkan objek yang tersangkut.

 

Harapan Pada Pemangku Kebijakan

Padamnya listrik di mendahara Ilir tentu tidak sama-sama kita inginkan, karena selain mengganggu aktivitas ekonomi juga mengganggu dapat juga merusak barang-barang elektronik. Padahal sudah sama-sama kita ketahui bahwa listrik ini juga menjadi urat nadi masyarakat yang ada di desa khususnya.

Apalagi semua peralatan bisa dibilang bergantung pada listrik, orang-orang dipermudah bekerja dengan adanya listrik ini. Sebaliknya jika listrik mengalami problem maka bisa dikatakan seluruh elemen terganggu dan ini yang sama-sama tidak kita hendaki.

Sering matinya PLN di Mendahara Ilir, harus diselesaikan dengan sesegera mungkin. Agar tidak ada lagi persoalan dan problem yang terjadi ketika listrik padam. Teruntuk semua pemangku kebijakan harus saling bersinergi memecahkan masalah ini.

Harus kita ingat bahwa masyarakat adalah konsumen yang harus dilindungi, mereka punya hak-hak konsumen dalam artian mereka bisa saja menuntut dan memprotes jika memang hal ini dilakukan berulang-ulang atau bahkan persoalan listrik yang mati tidak ditindak secara cepat tanggap.

Akhirnya penulis berharap bahwa, kedepannya tidak ada lagi problem listrik sering padam dan tanpa pemberitahuan yang jelas di daerah Mendahara Ilir. Karena selain mengganggu aktivitas masyarakat dengan sering padamnya listrik dapat juga merusak alat-alat elektronik yang ada. Kasihan masyarakat, semua terbebani ke mereka apalagi dengan situasi sulit semenjak era pandemi Covid-19 ini.

 

Penulis Adalah, Dosen STIE Syari’ah Al-Mujaddid, Pendiri Komunitas Menulis Al-Mujaddid, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

The post Listrik di Mendahara Ilir Sering Padam, Bukti Managemen PLN buruk? first appeared on Kotak Opini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *