Connect with us

Berita

Polres Kediri Bongkar Dua Kasus Kematian Bayi, 4 Tersangka Diamankan

Published

on

KEDIRI — Kepolisian Resor (Polres) Kediri Polda Jatim mengungkap dua kasus tragis yang berujung pada hilangnya nyawa bayi. Kasus pertama melibatkan pembunuhan bayi sesaat setelah dilahirkan di Kecamatan Pare, sementara kasus kedua terkait aborsi dan pembuangan janin di Kecamatan Pagu.

Kapolres Kediri, AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., memaparkan kedua perkara tersebut dalam konferensi pers di Aula Wicaksana Laghawa Polres Kediri pada Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menemukan motif yang sama di balik kedua aksi nekat tersebut, yaitu ketakutan para pelaku jika kehamilan mereka diketahui oleh pihak keluarga.

Dalam kasus pertama, Polisi menetapkan sepasang kekasih berinisial TW (23) dan DA (22) sebagai tersangka. Hubungan asmara yang telah terjalin selama dua tahun dan sedianya berlanjut ke jenjang pernikahan tersebut berubah menjadi petaka saat TW diketahui berbadan dua.

Peristiwa kelam ini terjadi pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 03.30 WIB. TW melahirkan bayi laki-laki di kamar mandi rumahnya di Desa Tunglur, Kecamatan Badas. Khawatir tangisan bayi terdengar, TW tega membekap mulut dan hidung darah dagingnya sendiri sesaat setelah lahir hingga meninggal dunia.

Keesokan harinya, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB, sang kekasih, DA, membawa jasad bayi tersebut untuk dikuburkan secara diam-diam di belakang sebuah rumah di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare.

“Karena takut kehamilan dan kelahiran ini ketahuan oleh orang tua, para pelaku sengaja berniat merampas nyawa bayi yang dikandung sesaat setelah dilahirkan,” ujar AKBP Latif.

Akibat perbuatannya, TW dan DA dijerat dengan Pasal 460 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 80 ayat (3) dan (4) juncto Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Sementara itu, kasus kedua terungkap setelah warga digegerkan oleh penemuan janin bayi laki-laki berusia sekitar lima bulan di tepi jalan Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu. Penyelidikan mendalam yang dilakukan kepolisian akhirnya mengarah kepada pasangan muda, AW (20) dan RGP (20).

Demi menutupi kehamilan karena belum siap menikah, AW nekat mengonsumsi obat penggugur kandungan. Setelah janin tersebut keluar, mereka sempat menyimpannya sebelum akhirnya dibuang di tepi jalan wilayah Bulupasar.

Atas tindakan ilegal tersebut, sepasang kekasih ini dijerat Pasal 77A ayat (1) juncto Pasal 45A UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 464 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Dua tragedi ini menjadi potret kelam bagaimana kehamilan di luar nikah yang tidak direncanakan dapat berujung pada tindak pidana berat akibat pengambilan keputusan yang keliru.

Di akhir konferensi pers, Kapolres Kediri memberikan pesan mendalam dan peringatan keras, khususnya kepada generasi muda, agar lebih berhati-hati dalam pergaulan demi menghindari konsekuensi hukum yang fatal.

“Jaga pergaulan dan pahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. Jika menghadapi persoalan, jangan pernah mengambil jalan pintas yang melanggar hukum,” tegas AKBP Latif. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Cegah Kriminalitas 3C, Polsek Grati Gencarkan Patroli dan Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Published

on

Polresta Pasuruan – Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jatim terus meningkatkan kegiatan patroli sekaligus memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat guna mengantisipasi tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Grati menyambangi sejumlah titik aktivitas masyarakat dan melaksanakan dialog secara langsung dengan warga. Polsek Grati mengajak masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan lingkungan, serta lebih berhati-hati dalam menjaga kendaraan maupun barang berharga.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar mengaktifkan kembali kepedulian terhadap keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas.

Kapolsek Grati AKP H. Prasetyo Budiarto, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa upaya pencegahan kriminalitas membutuhkan kehadiran aktif kepolisian serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Patroli dan imbauan kamtibmas terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi kriminalitas 3C. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lengah, saling peduli terhadap lingkungan sekitar, dan bersama-sama menjaga keamanan. Apabila menemukan hal yang mencurigakan, segera sampaikan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Kapolsek juga menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Melalui kegiatan patroli dan dialogis tersebut, Polsek Grati berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman serta kondusif di wilayah hukum Polsek Grati.

Continue Reading

Berita

Cegah Kriminalitas 3C di Jalur Pantura, Polsek Rejoso Intensifkan Patroli dan Dialogis dengan Masyarakat

Published

on

Polresta Pasuruan – Tingkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Polsek Rejoso Polres Pasuruan Kota melaksanakan patroli rutin sekaligus patroli dialogis di wilayah hukum Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan patroli difokuskan pada jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo yang menjadi salah satu jalur dengan aktivitas lalu lintas masyarakat cukup tinggi. Patroli ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya.

Selain melakukan pemantauan di sepanjang jalur, personel Polsek Rejoso juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyambangi masyarakat dan pengguna jalan. Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga barang bawaan, memastikan kendaraan dalam keadaan aman, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kapolsek Rejoso AKP Bambang Pamungkas menyampaikan bahwa patroli rutin dan dialogis merupakan langkah preventif kepolisian untuk menekan peluang terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Patroli kami tingkatkan, khususnya di jalur Pantura dan sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi terjadinya tindak kriminalitas. Kami juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada, saling peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tidak segan menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan patroli dan dialogis tersebut, Polsek Rejoso berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna menciptakan situasi wilayah hukum yang aman, tertib, dan kondusif.

Continue Reading

Berita

Dekat dengan Petani, Bhabinkamtibmas Rebalas Perkuat Sinergi Dukung Ketahanan Pangan

Published

on

Polresta Pasuruan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jatim hadir langsung di tengah aktivitas para petani untuk menjalin komunikasi sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang bergerak di sektor pertanian. Selasa (3/11/2026).

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah para petani merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kegiatan masyarakat. Melalui sambang dan dialog secara langsung, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui kondisi serta berbagai kendala yang dihadapi petani dalam mengelola lahan pertanian.

Selain mempererat hubungan kemitraan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan.

Kapolsek Grati AKP H. Prasetyo Budiarto, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi warga.

“Melalui peran Bhabinkamtibmas, kami ingin terus menjalin kedekatan dengan masyarakat, termasuk para petani. Kami siap mendukung dan mendorong kegiatan pertanian melalui komunikasi serta pendampingan, sehingga terjalin sinergi yang baik dalam memperkuat ketahanan pangan. Kami berharap para petani tetap semangat dan terus mengembangkan potensi pertanian di wilayahnya,” ungkapnya.

Dengan kehadiran Polri secara langsung di tengah para petani, diharapkan hubungan kemitraan semakin kuat dan kontribusi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional dapat terus meningkat.

#astacita
#polrespasuruankota
#birosdmpoldajatim
#ketahananpanganpoldajatim
#polribersamamasyarakat
#swasembadapangan
#swassembadajagung
#polisicintapetani
#astacitapresiden

Continue Reading

Trending